3 April 2015

Dialogmonolog

Dalam Momen Absis di kepalaku:


M.I: Hai, aku sapa lagi!
R.F.M: Sebenarnya apa maumu?
M.I: Kenapa rupanya dengan mauku?
R.F.M: Aku mau tahu, maumu apa?
M.I: Kalau maumu?
R.F.M: Lha… ditanya malah balik nanya!
M.I: Apa susahnya tinggal jawab!
R.F.M: Yang pertama bertanyakan aku, kamu duluanlah yang jawab.

M.I: Lha.. kok maksa?
R.F.M: Yeee…
M.I: Percakapan kita kok ngaur gini.
R.F.M: Kamu yang ngaur!
M.I: Yuk, ke bioskop aja biar gak ngaur.
R.F.M: Malas akhh, aku mau di rumah aja.
M.I: Anak rumahan nih yeee…
R.F.M: Kamu dong anak luaran.
M.I: Di mana ini? Siapa aku? Kamu rindu aku nggak?
R.F.M: Loh… loh… kok makin ngaur gini!
M.I: Tinggal jawab aja, kamu rindu aku nggak?
R.F.M: Apa itu rindu?
M.I: Rindu itu ruang gelap, ruang kedap suara.
R.F.M: Mesum akhhh…
M.I: Loh, kok mesum?! Romantis tauuu.
R.F.M: Emang romantis harus ruang gelap, ruang kedap suara?

M.I: Romantis itu….
R.F.M: Apa?
M.I: Romantis itu…
R.F.M: Iya, apa?!
M.I: Peluk dulu?
R.F.M: Mesum akhh!
M.I: Hahahahaha… omong-omong, klarinet Kenny G bagus ya?
R.F.M: Itu Sexsofon, bukan klarinet!
M.I: Ha? Beda ya… ditiup juganya.
R.F.M: Entah, gak tau!
M.I: Ihhh, ngambekan, omong-omong kamu gak suka ya jalan-jalan sama aku?

R.F.M: Enggak juga…
M.I: Berarti iya juga…
R.F.M: Ya, enggak juga…
M.I: Omong-omong kalau kamu berdoa, pernah doain aku gak?
R.F.M: Hhmmm…
M.I: Omong-omong kalau aku datang ke rumahmu, kamu senang nggak?

R.F.M: Hhmmm…
M.I: Kok Hhmmm mulu?
R.F.M: Kamu omong-omong mulu.
M.I: Akhh, kamu abu-abu.
R.F.M: Mau pakai musik biar dramatis? Atau pakai nasi biar kenyang?
M.I: Pakai perhatian dan waktu darimu aja, boleh?
R.F.M: Ihhh, geli! Romantis yang berlebihan berujung bahaya!
M.I: Romantis mana sama pacarmu yang tiga hari berturut-turut datang jenguk kamu waktu kamu sakit?

R.F.M: Husshhh!
M.I: Kamu yang hussshhh…
R.F.M: Itu cerita lalu, sudah nggak happening lagi!
M.I : Omong-omong badanmu bagus ya…
R.F.M: Tau dari mana?
M.I:Waktu kamu keluar dari kamar mandi cuma pakai celana pendek doang, seenaknya lewat di depanku, apa coba maksudnya?

R.F.M: Nggak usah dibayangin!
M.I: Pikiranku, suka-suka aku!
R.F.M: Yang kamu bayanginkan badanku.
M.I: Tapikan pikirannya, pikiranku! Dalam Shalat pun kupikirkan kamu.

R.F.M: Berarti shalatmu nggak khusyuk dong!
M.I: Khusyuk kok!
R.F.M: Gak khusyuk!
M.I: Khusyuk! Shalatku, urusanku!
R.F.M: Yaudah sana.
M.I: Kamu yang sana.
R.F.M: Kamu sana, yang sana.
M.I: Yaudah, kamu yang ke sini.
R.F.M: Enak aja, kamu yang ke sini!
M.I: Gak bisa gitu, kamu yang ke sini!
R.F.M: Apa sih ini?
M.I: Apanya yang ini?
R.F.M: Nggak jelas!
M.I: Jelas kok, makanya ke sini!
R.F.M: Kamu siapa sih, nggak jelas gini.
M.I: Kamu yang siapa lebih gak jelas.
R.F.M: Loh, yang buka percakapan duluan kan kamu. Maumu juga nggak jelas!

M.I: Emang kenapa kalau aku suka buka percakapan duluan? Kenapa kalau aku suka tanya tanya kamu, suka aneh-aneh sama kamu? Toh, kamu juga nggak pernah jawab tuntas pertanyaanku! Toh kamu juga cuek, gak peduli! Aku juga sering kamu abaikan!

R.F.M: Sabar! Sabar! Kita ini bukan Romeo-Juliet. Jangan pasang romantis-romantis yang cengeng begitu.

M.I: Emang apa salahnya kalau jadi Romeo-Juliet? Atau kita jadi Tarzan-Jane aja!
R.F.M: Romantisme yang berlebihan berujung bahaya! Stop, please
M.I: Kita nggak bisa jadi Romeo-Juliet, nggak bisa jadi Tarzan-Jane, apalagi Habibie-Ainun. Adakah cara lain?

R.F.M: Kamu stres sepertinya. Kelelahan bekerja ya? Sini-sini tenangkan diri dulu.
M.I: Kita main permaianan aja yuk.
R.F.M: Main apa?
M.I: Aku jadi padang tandus, kamu oase yang segar, mau?
R.F.M: Aku mau jadi hujan saja.
M.I: Yaudah, kalau begitu aku jadi awan mendungnya.
R.F.M: Nggak deh, aku mau jadi gemuruh biar gaduh.
M.I: Hhmmm, aku jadi petir biar semarak!
R.F.M: Nggak asik kalau buat ribut. Aku jadi hangat mentari setelah hujan saja.

M.I: Aku yang jadi pelangi indahnya ya? Akhh… tapi pelangi kalah indah denganmu. Aku jadi kamu saja deh!

R.F.M: Lha? Kalau kamu jadi aku, aku jadi siapa?
M.I: Kamu menjelma inti diriku saja. 
Terbenam dalam diriku. 
Engkau dalam diriku....




Pengikut

Label

Wikipedia

Hasil penelusuran