19 Oktober 2015

Hati-Hati dengan Alat Vital Saya



Jika ditanya, perempuan seksi itu seperti apa?
Saya akan diam beberapa jenak, menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan, memicingkan mata, melihat kearah atas, lalu bersin-bersin dan bersendawa. Hahahahaa! Tak pernah ada jawaban konkrit seperti apa perempuan seksi itu di mata saya.
Tetapi jika kamu inginkan jawaban biasa, klise, jawaban kebanyakan, maka akan kamu terima jawaban bahwa perempuan seksi adalah perempuan dengan kulit mulus, tubuh sintal berisi, dari dada sampai paha, dan tak lupa pakaian serba kekurangan. Huuh! Maaf saya katakan bahwa jawaban  seperti itu NORAK! Yah, betabur perempuan macam itu di mana-mana, di jalan, di mall, saya bahkan muak melihat mereka berjejer di pinggir jalan tepat di belakang hotel tempat saya bekerja. Setiap hari, tepatnya malam hari saya akan melewati jalan kecil yang di sana berisikan perempuan-perempuan putus asa itu.
Bukan berarti saya tak menaruh perhatian. Saya masih doyan perempuan! Hal-hal demikian akan memancing hasrat saya sebab saya laki-laki, tetapi saya bukan tipe laki-laki yang akan bersiul-siul, berteriak-teriak, atau kebanyakan tingkah kalau melihat perempuan cantik lewat di depan mata. Bagi saya laki-laki yang seperti itu memiliki hati rendahan. Maksud saya, seharusnya seorang laki-laki dengan segala “kelelakian”-nya bisa meredam nafsu syahwatnya. Bukan malah terlihat lemah di depan perempuan, pantang melihat yang begituan, langsung menggonggong bak anjing di teras rumah yang diikat lehernya, yang bakal bising kalau melihat orang asing di luar pagar. Menyedihkan.
Saya punya banyak teman perempuan, beberapa di antaranya menarik, bahkan ada yang unik. Saya suka perempuan yang bisa membuat saya tertawa. Apalagi jika seorang perempuan itu pandai melawak dengan cerdas. Bagian yang paling klausal membuat saya suka dengan seorang perempuan itu adalah suaranya, tipe suara yang tegas. Saya agak risih dengan perempuan bersuara manja, mendesah-desah, mengkek kurang mengkek. Saya suka perempuan yang tak mengeluh bila berjalan jauh, yang tak malu naik truk atau menumpang kendaraan di tengah jalan. Saya suka perempuan yang tak terlalu bergantung dengan orang lain, apalagi jika ia bisa melakukan semuanya sendiri, saat saya melihat perempuan seperti itu selalu “kelelakian” saya ditelanjangi. Nah! Saat “kelelakian” saya ditelanjangi di saat itulah perempuan itu menjadi seksi di mata saya. Tidak sederhana, tidak juga terlalu rumit kan?
Satu lagi, pernah tidak kamu mengalami ini: ketika pertama kali bertemu dengan seseorang, di pikiranmu, kamu ingin langsung seranjang dengannya? Agak terlalu vulgar memang, tapi saya akui itulah fantasi liar yang kerap saya alami jika bertemu dengan orang yang menarik (perempuan seksi versi saya). Perempuan seksi bagi saya bukan sekedar dapat menelanjangi “kelelakian” saya, tapi juga tanpa sadar dapat bermain dengan alat vital saya. Bagian dari diri saya yang paling vital adalah imajinasi. Jika seorang perempuan itu mampu memainkan imajinasi saya tanpa saya sadar, perempuan itu telah mumpuni masuk dalam kategori perempuan seksi. Walau pun nanti saya melihat perempuan lain yang kepalang “aduhai” yang sampai-sampai membuat pikiran saya terstimulus ingin bercumbu, belum tentu padanya pikiran saya inginkan itu. Saya tidak cuma menggunakan mata untuk menilai apakah seorang perempuan membuat saya ingin bercinta dengannya atau tidak. Bisa jadi ini kelemahan saya. Kelemahan yang entah baik atau tidak. Seperti laki-laki lain, saya juga senang melihat perempuan bertubuh indah, wangi, cantik, dan mengenakan pakaian minim. Tetapi, hal itu bisa jadi cuma membuat saya membayangkan bercinta dengan perempuan lain, bukan dengan perempuan yang saya lihat itu. Alam bawah sadar pikiran saya memang rumit. Hahahaha!
Bagi saya perempuan itu adalah puisi, itu sebabnya kebanyakan pujangga adalah laki-laki, sebab cuma laki-laki yang suka perempuan. Pujangga adalah laki-laki, perempuan itu puisi. Puisi yang baik menurut saya, adalah puisi yang dapat menyegarkan gairah, merajut pola pikir, menumbuhkan pengalaman spiritual, dan membuat kita terus bertanya. Dan seperti itu pula perempuan yang baik menurut saya, bukan sekedar daging pembungkus dirinya yang menarik tetapi juga “kekayaan jiwanya” yang mampu membuat saya bergairah, merajut pola pikir saya, terlebih mampu memberi saya pengalaman spiritual dan terus membuat saya bertanya-tanya. Akhh, perempuan seperti itu kelewat seksi di mata saya!

Dan di atas segalanya, itulah beberapa pemaparan saya, jika ditanya perempuan seksi itu seperti apa. Jujur, belum benar-benar saya temuai perempuan seksi itu. Mungkin nanti, suatu saat, begitu kata kerang ajaib. Saya masih menikmati ketersendirian, kalau terlalu cepat menemukan perempuan seksi itu takutnya, alat vital saya (imajinasi saya) tak jadi milik saya sepenuhnya, sebab dimainkan oleh perempuan itu. Hahaahahaa…


Google

Ps. Terima kasih untuk perempuan yang tengah malam mengirim saya SMS cuma untuk menanyakan, seperti apa perempuan seksi bagi saya. Akhir kata wassalam, dan hati-hati dengan alat vital saya :D

Pengikut

Label

Wikipedia

Hasil penelusuran