25 Januari 2017

Kisah

Diikut sertakan dalam tantangan #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge
18-27 Januari 2017
Hari keenam #10DaysKF
Ceritakan tentang hal di mana kamu pernah membanggakan sesuatu, sementara orang lain meremehkannya. 
Saya cukup merenung lama menuliskan hal ini. Saya berpikir-pikir. Mengingat- ingat. Apa ya?
Lalu satu kesadaran muncul. Pura-puranya ada pencerahan yang datang gitu. Saya teringat percakapan ini:

Ketika saya sedang membaca epos Ramayana dan Mahabharata. Seorang teman bertanya: "Kamu percaya kisah itu?"

Saya menghentikan kegiatan membaca, menatap wajahnya sekilas. "Ya, percaya."

"Maksudku, cerita itu benar-benar terjadi, kau yakin?"

"Memangnya kenapa?"

Saat itu kebetulan dia sedang membaca buku agama. "Hati-hati." Katanya.

Saya rada bingung kenapa harus berhati-hati. Apakah saya harus berhati-hati karena membaca? Atau karena percaya?

"Betulkah semua tokoh dalam buku itu hidup di masa tertentu?" ia menambahkan pertanyaan.

"Soal itu saya tidak tahu."

"Jadi kenapa kamu percaya?" dia seperti hendak mendebat.

Saya jawab juga serius pertanyaannya. "Kamu percaya kitab sucimu kan?"

"Iya."

"Tahu tidak, kitab suci itu pun dituliskan?"

Dia diam, seolah berpikir.

"Semua kitab suci itu dituliskan. manusia yang menulisnya. Seperti Al-Quran ditulis oleh para sahabat nabi. Juga Injil ditulis demikian. Para pemeluk agama itu percayakan pada kitab suci mereka? Lalu kenapa saya tak boleh percaya pada kisah di dalam buku ini? Masalahnya apa?"

"Tapi itu berbeda...." Lalu ia membacakan segala wejangan yang sakral. Bahwa saya bisa begini, bisa begitu. Bahwa saya mesti berhati-hati. Lalu dia pergi sambil membawa buku agamanya, dan menatap aneh pada buku yangs sedang saya baca.

Dan saat itu, bacaan saya telah sampai pada adeganketika  Sita terbakar dalam kobaran api.

Sumber: Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Label

Wikipedia

Hasil penelusuran